Tampilkan postingan dengan label SBk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBk. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Desember 2017

SBK SD MI kelas 3 Gambar Dekoratif dan Simbol

BAB I GAMBAR DEKORATIF DAN SIMBOL
·               Gambar dekoratif adalah gambar yangbercorak dekor atau dipakai untuk menghias.
·           Gambar dekoratif seringkali merupakan bentuk tumbuhan, hewan dan manusia yang digayakan agar lebih indah.
·               Gambar dekoratif terdapat pada :
1.    kartu undangan,
2.    kartu lebaran,
3.    hiasan pada gerabah/keramik,
4.    bordir dan sulaman,
5.    piring hias,
6.    kartu ulang tahun,
7.    Kartu natal,
8.    Motif-motif batik dan
9.    bingkai gambar dinding.


·               Gambar dekoratif dapat dibuat dengan memadukan dan menggabungkan titik, garis, bidang dan warna.
·               Hiasan tepi dinamakan ornamen.
·               Simbol merupakan suatu tanda yang telah disepakati untuk menyatakan suatu hal yang mengandung maksud tertentu.
·               Simbol yang sering digunakan utuk mengungkapkan perasaan adalah warna, bidang dan bentuk atau kesatuan unsur-unsur rupa.
·               Simbol warna dikelompokkan menjadi warna positif dan warna negative.
·               Warna posistif antara lain : merah, orange, kuning, hijau muda, dan hijau.
·               Warna negative antara lain : ungu, biru, coklat, hitam dan hijau tua.
·               Makna bendera merah putih adalah merah artinya berani dan putih artinya suci.
·               Simbol rupa pada karya seni rupa tradisional dikelompokkan menjadi karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi.
·               Karya seni rupa 2 dimensi antara lain : kain tenun songket dan kain batik.
·               Karya seni rupa 3 dimensi antara lain : motif manusia dan motif hewan.
·             Karya seni rupa yang baik adalah karya seni rupa yang memiliki warna indah, komposisi serasi, jelas, cerah dan bersih.
·               Laras warna adalah susunan warna primer atau sekunder yang dicampur dengan warna putih dan diatur tingkatan memutihnya. Contoh : warna merah atau kuning atau biru dicampur dengan warna putih.
·               Cara mewarnai karya seni rupa ada 2 macam yaitu mewarnai sesuai dengen keadaan di alam dan mewarnai menurut selera dan kemauan perupa.
·               Gambar hiasan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu hiasan tepi dan hiasan dinding.
·          Hiasan tepi dibedakan menjadi 5 yaitu hiasan tepi motif garis lengkung, hiasan tepi motif tumbuhan, hiasan tepi motif garis lurus dan garis lengkung, hiasan tepi motif hewan dan hiasan tepi motif garis lurus.
·               Motif hiasan dekoratif banyak terdapat pada : candi, ukiran kayu, kain tenun, keramik, kain batik.
·               Hiasan rumah-rumah tradisional bangsa kita yaitu:
1.    Rumah batak toba dari sumatera utara
2.    Rumah tongkonan dari Sulawesi
3.    Rumah gadang dari sumatera barat
4.    Rumah joglo dari jawa
5.    Gerbang rumah bali
·               Kolase berasal dari bahasa Perancis, artinya membuat lukisan dengan teknik merekat atau menempel.
·               Teknik kolase antara lain : mozaik, montase dan aplikasi.
·         Teknik mozaik adalah membuat lukisan dengan teknik merekat atau menempel potongan kertas warna, biji-bijian, potongan ubin, potongan kaca atau kulit kerang.
·              Teknik montase dilakukan dengan cara menyusun potongan-potongan gambar menjadi gambar baru.
·            Teknik aplikasi adalah menggunting dan menempel, hamper sama dengan montase dan mozaik, perbedaannya terletak pada bahannya.
·         Teknik aplikasi menggunakan bahan antara lain : pelepah pisang, kulit kayu, kulit jagung (klobot) dan spon.
·               Gambar imajinatif adalah gambar yang bersifat imajinatif.
·       Imajinatif adalah khayalan sesuatu yang kita pikirkan atau kita impikan atau kita inginkan.
·               Khayalan seringkali hal yang tidak nyata.
·               Tempat untuk menempatkan notasi balok disebut sangkar nada atau paranada.
·               Paranada terdiri dari 5 garis sejajar dan 4 spasi yang sama jaraknya.
·               Nada-nada pada garis paranada disebut not balok.
·               Fungsi notasi/not balok adalah untuk mempelajari cara bermain music.
·     Tanda dinamik adalah tanda yang menyatakan kuat lemahnya suatu lagu yang dinyanyikan.
·               Tanda tempo adalah tanda untuk mempercepat atau memperlambat sebuah lagu yang sedang dinyanyikan.
·               Tempo adagio artinya amat sangat lambat.
·               Tempo larghetto artinya lambat, namun lebih cepat daripada largo
·               Tempo maestoso artinya khidmat, agung dan mulia.
·               Tempo allegretto artinya ringan, hidup, gembira dan sedikit lambat daripada allegro.
·               Tempo vivace artinya hidup, gembira dan sedikit lebih lambat daripada presto.
·               Tempo prestissimo artinya amat sangat cepat.
·               Tempo di Marcia artinya seperti orang berbaris.
·               Tempo con brio artinya dengan sangat bergelora.
·               Tempo con bravutra artinya dengan gagah.
·               Fortissimo (ff) artinya sangat keras.
·               Pianissimo (pp) artinya sangat lembut.
·               Diminuendo (dimin/dim) artinya semakin lembut ampai menghilang.
·               Alat music ritmis tidak bernada dan biasanya digunakan untuk mengiringi dan membentuk irama lagu.
·               Contoh alat music ritmis : gendang, ketipung, rebana, tamborin, kecrek, triagel, kastanyet, kempul dan gong, drum, marakas.
·               Ansambel adalah bermian music bersama.
·               Alat music melodis adalah alat music bernada, seperti rekorder, pianika, gitar, piano, biola, kolintang, seruling.
·               Gerak maknawi/bermakna merupakan gerak yang mempunyai arti dan maksud ketika dilakukan. Biasanya, orang yang melihat dapat menebak kegiatan apa yang sedang ditiru karena gerakan-gerakan tersebut meniru kegiatan sehari-hari yang sering kita lihat atau kita lakukan sendiri.
·          Gerakan bermakna bisa diambil dari bermacam kegiatan seperti mencangkul, menanam, memanah, berdagangbdatau berhias.
·        Gerak murni adalah gerak asli, gerak yang tidak memiliki arti/makna. Contoh gerak murni misalnya gerakan berjalan.
·       Gerak gemulai adalah gerakan yang dibawakan dengan lembut, mengalir dan tidak putus-putus.
·        Gerak dinamis adalah gerakan yang dibawakan dengan tegas, bersemangat, lincah ataupun gagah. Gerakan-gerakan tari yang dibawakan penari pria biasanya dinamis.
·           Gerak patah-patah adalah gerakan yang dibawakan dengan putus-putus. Contohnya pada tari tor-tor dari sumatera utara.

SBK SD MI kelas 4 Makna Karya Seni Rupa Terapan

MATERI SBK
 A. Makna Karya Seni Rupa Terapan
Karya seni rupa terapan disebut juga karya seni rupa aplikatif, yaitu karya seni rupa yang telah diterapkan atau diaplikasikan pada bentuk-bentuk fungsional. Meliputi apa saja bentuk-bentuk fungsional itu? Segala bentuk yang dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia disebut bentuk fungsional. Wujudnya dapat berupa perhiasan, pakaian, perabot rumah tangga, perleng kapan makan, perlengkapan pertunjukan, atau perlengkapan ibadah.
Gambar 
B. Karya Seni Rupa Terapan Daerah
Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa. Tiap-tiap suku bangsa memiliki budaya dan adat istiadat yang beraneka ragam. Keanekaragaman budaya tersebut salah satunya dapat dilihat pada karya seni rupa yang dihasilkan. Mengapa tiap daerah memiliki jenis dan ciri-ciri karya seni rupa yang berbeda satu dengan yang lain? Ada lima faktor yang menyebabkannya, yaitu:
  1. Letak geografis tiap daerah;
  2. Sifat dan tata kehidupan yang tidak sama;
  3. Sistem kepercayaan dan adat-istiadat yang tidak sama;
  4. Potensi alam yang berbeda di tiap daerah, serta
  5. Adanya kontak dengan daerah lain.
Bagaimana jenis dan ciri-ciri karya seni rupa tiap-tiap daerah tersebut? Mari, kita bahas satu per satu.
  1. Karya Seni Keramik
Karya keramik dalam bentuk seni terapan banyak kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk karya seni keramik terap an di antaranya berupa perlengkapan makan dan minum, guci, peralatan memasak, serta hiasan bangunan.
Salah satu daerah penghasil gerabah atau keramik yang terkenal adalah Lombok. Gerabah atau keramik dari daerah tersebut memiliki keistimewaan tersendiri. Keramik Lombok dihiasi dengan anyaman rotan seperti tampak padaGambar 2. Daerah lain yang juga terkenal sebagai penghasil keramik atau gerabah yaitu Kasongan (Yogyakarta), Bayat (Klaten), dan Purwakarta(Jawa Barat).
Gambar 
 2. Karya Seni Ukir
Seni ukir terapan yang dapat kita lihat misalnya pada mebel, hiasan bangunan, bingkai lukisan, dan bingkai cermin. Daerah-daerah yang terkenal dengan karya seni ukirnya yaitu Toraja, Bali, dan Jepara. Tiap daerah tersebut memiliki ciri atau keistimewaan sendiri-sendiri. Keistimewaan itu terdapat dalam motif hias, bahan, maupun teknik pembuatannya. Hampir semua motif hias pada ukiran toraja berupa motif hias geometris yang tidak dapat kita temukan pada karya ukiran dari daerah lain. Lain halnya dengan ukiran bali. Ukiran Bali kebanyakan bersifat naturalis. Ukiran bali kebanyakan berupa ukiran daun yang cembung dan gemuk, bentuk-bentuk mitologi kepala raksasa, gajah, dan naga.
Gambar 
 3. Karya Seni Tekstil
Seni tekstil dalam bentuk seni terapan di antaranya berupa kain batik, sarung tenun, dan aneka sulaman. Karya seni tekstil tersebut diaplikasikan pada benda-benda pakai, misalnya pakaian, taplak meja, sarung bantal, dan tas.
Di Indonesia batik dibuat di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Jawa Tengah merupakan pusat kegiatan pembatikan. Dua kota di wilayah ini yang paling produktif menghasilkan batik adalah Surakarta dan Pekalongan.
Batik surakarta dan batik pekalongan memiliki keunikan tersendiri. Banyak ragam hias batik Surakarta yang mengandung simbol. Sebagai contoh ragam hias sawat atau lar menyimbolkan mahkota atau penguasa, ragam hias meru menyimbolkan gunung atau tanah, dan ragam hias naga melambangkan banyu atau air. Warna-warna batik Surakarta monoton, dan didominasi oleh warna-warna gelap, misalnya hitam, cokelat, dan merah marun. Sebaliknya, batik pekalongan lebih variatif dalam warna dan ragam hiasnya pun naturalistik.
 Gambar
 Gambar
 4. Karya Seni Topeng
Selain berfungsi sebagai properti tari, topeng juga sering difungsikan sebagai hiasan dinding. Daerah yang terkenal akan kerajinan topeng yaitu Surakarta, Bali, dan Jawa Barat. Topeng bali didominasi oleh bentuk raksasa jahat dengan lidah panjang yang menjulur keluar. Topeng Surakarta bercirikan rias wayang orang gaya Surakarta, yaitu ksatria yang digambarkan dengan wajah putih, mata sipit, dan bibir demes atau rapi. Topeng Jawa Barat mendekati penggambaran wayang golek sunda dengan ciri umum humoris atau jenaka.
Gambar 
 Gambar
 5. Karya Seni Kerajinan Perak
Kotagede di Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan seni kerajinan perak. Adapun jenis-jenis kerajinan yang dihasilkan antara lain: aneka perhiasan, penahan tirai, penahan kawat nyamuk, dan miniatur becak.
Gambar 
C. Apresiasi Karya Seni Rupa Terapan
Mengapresiasi suatu karya seni berarti menilai atau menghargai karya seni tersebut. Ada banyak hal yang dapat dijadikan dasar penilaian, di antaranya: komposisi, warna, fungsi, dan nilai keindahan karya seni tersebut. Dalam subbab ini kamu akan mempelajari cara mengapresiasi karya seni berdasarkan fungsi dan keindahannya.
 1. Kesesuaian Fungsi
Fungsi karya seni dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi aplikasi. Karya seni dikatakan berfungsi estetis jika karya seni tersebut sengaja dibuat untuk dinikmati keindahannya saja, misalnya lukisan-lukisan Affandi dan patung-patung tanah liat karya F. Widayanto. Sebaliknya, suatu karya seni dikatakan berfungsi aplikasi jika karya seni tersebut sengaja dibuat untuk digunakan atau difungsikan sebagai alat, wadah, pakaian, perhiasan, atau hiasan bangunan.
Dalam kenyataannya suatu karya seni dapat mengalami penyimpangan fungsi. Ini berarti suatu karya seni tidak difungsikan sebagaimana tujuan penciptaannya. Jambangan bunga tidak saja digunakan untuk menaruh bunga, tetapi juga dipajang sebagai hiasan dalam lemari berkaca bening. Demikian juga tempayan-tempayan dari gerabah tidak hanya berfungsi sebagai tempat air, tetapi menjadi benda hiasan (elemen estetis) pada sebuah taman.
 Gambar
 2. Keindahan
Pada awalnya benda-benda pakai memiliki bentuk yang sangat sederhana. Sebagai contoh, tempat minum dari tanah liat hanya berupa kendi dengan bentuk-bentuk yang kurang variatif. Namun, sekarang bentuk-bentuk benda pakai meng alami perkembangan yang cukup pesat. Banyak tempat minum diciptakan dari berbagai jenis bahan dan bentuk.
Perkembangan dalam bentuk dan bahan juga dialami oleh benda pakai lain, misalnya mebel. Bentuk kursi dan meja tidak hanya dibuat berdasarkan fungsi dasarnya, yaitu kursi sebagai tempat duduk dan meja sebagai tempat menaruh barang. Lebih dari itu, kursi dan meja dibuat dengan lebih menekankan nilai artistik atau keindahannya.
Gambar