Selasa, 27 Februari 2017
SEJARAH PERS DAN PERKEMBANGANNYA
Jurnalistik pertama kali muncul pada pmerintahan Yunani Kuno, pada pemerintahan Julius Caesar (100-44 SM). Pasa waktu itu ada acta diurna yank berisi Informasi maupun berita penting, yang di pasang di pusat kota yang disebut forum romanum. Sedangkan di Ciina surat kabar pertama kali pada tahun 911 bernama pau kin. Di Jerman, surat kabar pertama bernama Avisa Relation order Zaitung. Pada tahun 1618 di Belanda, surat kabar tertua bernama Coyrante Uylitalien en Duytschland. Di inggris surat kabar pertama pada tahun 1662 bernama Oxford Gazette. Sedangkan di prancis bernama the Gazette the France pada tahun 1632.
Pada tahun 1800 an industri percetakan mulai berkembang dengan mesin cetak tenaga uap. Berkembangnya bisnis berita, membuat munculnya yellow journalism yang pasalnya merupakan pertempuran dua koran besar di Kota New York. Yellow journalism berciri bombastis dan sensasional dalam penyajian berita, karena memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai jual. Namun yellow journalism ini tidak dapat bertahan lama seiring dengan sadarnya journalism sebagi profesi.
Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg menjadikan terobosan terbesar dalam dunia pers pada tahun 1440. Ide ini muncul ketika ia bekerja menjadi tukang emas di Mainz. Dia mendapatkan ide untuk membuat surat pengampunan dengan membentuk kop huruf untuk mencetak surat pengampunan dengan lebih banyak agar dia mendapat banyak uang untuk membayar hutang-hutangnya ketika ia bekerja sebagai tukang logam dahulu. Waktu itu, buku dan surat di tulis dnegan huruf latin dengan tangan dan mengandung banyak kesalahan ketika penyalinan, dan juga lambat. Oleh karena itu Gutenberg membuat acuan huruf logam dnegan menggunakan timah hitam untuk membentuk tulisan aksara latin.
Kesuksesan gutenberg dalam membuat mesin cetak membuat ia mencetak alkitab yang harganya sangat mahal pada zamannya. Selain itu ia juga membuat tinta cetak yang berbeda dari tinta yang dibuat untuk menulis. Ia juga membuat cetakan huruf dengan mencampurkan logam dan timah hitam, angin on dan timah yang baru digunakan pada abad ke 20.
Pada 2.200 SM , orang mesir kuno menemukan jenis buluh yang disebut papyrus (lontar), yang dapat digunakan untuk menulis. Diluar Mesir, dinegara-negara Eropa menggunakan kulit binatang seperi sapi, rusa, kambing sebagai media tulisan yang di sebut perkamen yang dijual dnegan ya rata yang mahal. Pembuatan kertas mulai berkembang pada abad ke 2 di Cina, dnegan menaruh potongan-potongan kecil bagian dalam pohon mulbery kedalam tempatt yang kuat, atau batu yang berlubang dan dicampur dengan air. Dengan menggunakan alat tumbuk potongan-potongan tadi ditumbuk dengan halus lalu dituang di cetakan yang dangkal dengan saringan kain tipis, lalu di jemput hingga membentuk lembaran-lembaran kertas. Pembuatan kertas dengan modern baru terjadi pertama kali inggris, dan dibutuhkan waktu 300 tahun untuk tersebar di seluruh eropa.
Kamis, 15 Juni 2017
Berita Dan Informasi
Minggu, 02 April 2017
Berita dan informasi
Apa Perbedaan Informasi dan Berita?
Informasi adalah potongan pesan atau kumpulan pesan awal yang di sampaikan seseorang dan di terima oleh orang lainya.
Berita adalah kumpulan info media yang telah dicek kebenaranya dan di verifikasi sebelum disampaikan kepada publik /masyarakat luas
Apa perbedaan Pers dan Medsos??
Hasil/output dari pers adalah berita sedangkan medsos adalah informasi.
Gara Produksi dari pers adalah kompetensi wartawan sedangkan medsos adalah komunikasi siapa saja.
Ketua dari pers yaitu tim redaksi dengan menggunakan standart, sedangkan medsos individual.
Tanggung Jawab dari pers adalah pertanggung jawaban dengan sistem air terjun, sedangkan medsos tidak ada penanggung jawab.
Bahasan dari pers menggunakan kode etik jurnalistik, sedangkan medsos adalah tidak ada.
Pengelola pers adalah badan hukum sedangkan medsos bersifat bebas dan memanfaatkan kemajuan teknologi.
Identitas pers sangat jelas ada penanggung jawab serta alamat kantor, sedangkan medsos bisa di palsukan.
Data penyampaian pesan pers dapat melalui media cetak, media online, tv, dan radio, sedang medsos media yang di gunakan twitter, facebook,instagram,blog,whatsapp,line,path.
Sumber yang digunakan pers adalah sumber resmi, sedangkan medsos sumber yang di dapat tidak resmi, bisa tidak jelas sumbernya, bisa hasil rekayasa
Berita dan informasi
Apa Perbedaan Informasi dan Berita?
Informasi adalah potongan pesan atau kumpulan pesan awal yang di sampaikan seseorang dan di terima oleh orang lainya.
Berita adalah kumpulan info media yang telah dicek kebenaranya dan di verifikasi sebelum disampaikan kepada publik /masyarakat luas
Apa perbedaan Pers dan Medsos??
Hasil/output dari pers adalah berita sedangkan medsos adalah informasi.
Gara Produksi dari pers adalah kompetensi wartawan sedangkan medsos adalah komunikasi siapa saja.
Ketua dari pers yaitu tim redaksi dengan menggunakan standart, sedangkan medsos individual.
Tanggung Jawab dari pers adalah pertanggung jawaban dengan sistem air terjun, sedangkan medsos tidak ada penanggung jawab.
Bahasan dari pers menggunakan kode etik jurnalistik, sedangkan medsos adalah tidak ada.
Pengelola pers adalah badan hukum sedangkan medsos bersifat bebas dan memanfaatkan kemajuan teknologi.
Identitas pers sangat jelas ada penanggung jawab serta alamat kantor, sedangkan medsos bisa di palsukan.
Data penyampaian pesan pers dapat melalui media cetak, media online, tv, dan radio, sedang medsos media yang di gunakan twitter, facebook,instagram,blog,whatsapp,line,path.
Sumber yang digunakan pers adalah sumber resmi, sedangkan medsos sumber yang di dapat tidak resmi, bisa tidak jelas sumbernya, bisa hasil rekayasa
Bersih Sadar Diri
Senin, 20 Februari 2017
Bersih Sadar Diri
kebersihan sebagian dari iman, bukan? nah, sadarkah kalian tentang kebersihan di lingkungan sekitar? Terkadang kita masih menganggap bahwa kinerja petugas kebersihan kurang maksimal, dilihat dari banyaknya sampah yang menumpuk. Tetapi tanpa disadari kita selalu menyalahkan mereka, padahal ketika kita mengaca pada diri sendiri sering dengan sengaja ataupun tidak untuk membuang sampah sembarangan karena enggan beranjak untuk mencari tempat sampah.
"mbok yo mahasiswanya itu sadar kalau kita bawa cikrak sapu itu mau dibersihkan kelasnya, eh tak minggir dikit.. bukan malah ditutup kelasnya" papar bu tini salah satu petugas kebersihan gedung E1.
Di Uinsa gedung E1 fakultas tarbiyah dan keguruan terdapat dua petugas kebersihan yaitu pak Agi dan bu Tini, mereka bekerja sama membersihkan ruangan yang ada di gedung E1 FTK UINSA setiap pagi sebelum jam perkulihan dan jam makam siang, tetapi nyatannya sampah masih banyak yang berserakan, padahal sudah disediakan tempat sampah diberbagai sudut. Bu tini mengatakan bahwa beliau tidak menegur mahasiswa yang suka membuang sampah sembarangan, karena bagi bu tini seuisia mahasiswa sudah faham mana tindakan yang baik dan buruk,
ditambah dengan fasilitas yang memadai sebenarnya sangat menunjang untuk kebersihan itu tetap terjaga. "fasilitas alat-alat kebersihan diUinsa sudah memadai dan dua petugas kebersihan sudah cukup, tapi mbok yo kerjasamanya ben petugas kebersihan g montang-manting dewe (kerepotan sendiri)". Tutur pak Agi dengan menggebu-gebu.
Sayangnya lagi-lagi kesadaran dari masing-masing individu menjadi masalah yang sulit dipecahkan.
Untuk mewujudkan itu semua harus dimulai dari kita sendiri, maka dari itu saya berharap kepada semua pembaca untuk mulai sadar akan kebersihan bukan hanya kebersihan diri sendiri tapi juga kebersihan lingkungan sekitar. Ayo......mulai jaga kebersihan dari kita sendiri.(20/02/2017)
Bersih Sadar Diri
kebersihan sebagian dari iman, bukan? nah, sadarkah kalian tentang kebersihan di lingkungan sekitar? Terkadang kita masih menganggap bahwa kinerja petugas kebersihan kurang maksimal, dilihat dari banyaknya sampah yang menumpuk. Tetapi tanpa disadari kita selalu menyalahkan mereka, padahal ketika kita mengaca pada diri sendiri sering dengan sengaja ataupun tidak untuk membuang sampah sembarangan karena enggan beranjak untuk mencari tempat sampah.
"mbok yo mahasiswanya itu sadar kalau kita bawa cikrak sapu itu mau dibersihkan kelasnya, eh tak minggir dikit.. bukan malah ditutup kelasnya" papar bu tini salah satu petugas kebersihan gedung E1.
Di Uinsa gedung E1 fakultas tarbiyah dan keguruan terdapat dua petugas kebersihan yaitu pak Agi dan bu Tini, mereka bekerja sama membersihkan ruangan yang ada di gedung E1 FTK UINSA setiap pagi sebelum jam perkulihan dan jam makam siang, tetapi nyatannya sampah masih banyak yang berserakan, padahal sudah disediakan tempat sampah diberbagai sudut. Bu tini mengatakan bahwa beliau tidak menegur mahasiswa yang suka membuang sampah sembarangan, karena bagi bu tini seuisia mahasiswa sudah faham mana tindakan yang baik dan buruk,
ditambah dengan fasilitas yang memadai sebenarnya sangat menunjang untuk kebersihan itu tetap terjaga. "fasilitas alat-alat kebersihan diUinsa sudah memadai dan dua petugas kebersihan sudah cukup, tapi mbok yo kerjasamanya ben petugas kebersihan g montang-manting dewe (kerepotan sendiri)". Tutur pak Agi dengan menggebu-gebu.
Sayangnya lagi-lagi kesadaran dari masing-masing individu menjadi masalah yang sulit dipecahkan.
Untuk mewujudkan itu semua harus dimulai dari kita sendiri, maka dari itu saya berharap kepada semua pembaca untuk mulai sadar akan kebersihan bukan hanya kebersihan diri sendiri tapi juga kebersihan lingkungan sekitar. Ayo......mulai jaga kebersihan dari kita sendiri.(20/02/2017)
MY SELF
Assalamualaikum Hallo guys saya siska oktaviana.. dari pgmi 2c.. yuhuuuu. saya adalah salah satu mahasiswi aktif di universitas islam negeri sunan ampel yang ada di surabaya. Hobi ku sih makan sama travelling. Suka nyanyi juga sih. Tapi di kamar mandi Hihihihi, enjoy in my blog guys. Semoga bermanfaat. Wassalmualaikum
Pengetahuan Seputar Wartawan
Senin,20 Februari 2017
Salah satu kegiatan wartawan adalah mencari berita dengan melakukan wawancara. Wawancara yang dilakukan untuk pertama kali sebaiknya dilakukan di lingkungan sekitar, dengan tema yang familiar yang menarik. Dengan membentuk kelompok yang berisi 5-6 orang dalam setiap kelompok, akan mempermudah dalam melakukan wawancara dan penyusunan berita. Dlam 1 kelompok 1 orang sebagai pemancing jawab, 3 atu 4 orang sebagai wartawan dan 1 orang sebagai penyusun berita.
Sebelum melakukan wawancara, terlebih dahulu harus membuat daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber, pertanyaan yang diajukanpun harus memenuhi 5W 1H. Dalam pemilihan narasumber haruslah narasumber yang relevan, narasumber yang tepat untuk tema yang kita pilih. Misal, Hujan angin di jl. Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya. Maka narasumber yang dipilih berdasarkan pertanyaan yang di buat. Apa yang terjadi ? Kapan kejadian itu berlangsung? Dimana kejadian itu terjadi? Bagaimana kronologi kejadiannya? Siapa saja pihak yang dirugikan? Mengapa kejadian out bisa terjadi?. Dengan daftar pertanyaan tersebut kita dapat mencari narasumber yang pas. Kepada BMKG, masyarakat jl. A.Yani yang menjadi korban, pemkot surabaya bagian tata ruang dan lingkungan mungkin. Dan lain sebagainya.
Setelah melakuan wawancara, menyusun atau mengolah informasi menjadi berita, dengan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kode etik jurnalistik. Dalam penulisanpun harus di perhatikan, baik tanda baca maupun penggalan.
Salah satu kegiatan wartawan adalah mencari berita dengan melakukan wawancara. Wawancara yang dilakukan untuk pertama kali sebaiknya dilakukan di lingkungan sekitar, dengan tema yang familiar yang menarik. Dengan membentuk kelompok yang berisi 5-6 orang dalam setiap kelompok, akan mempermudah dalam melakukan wawancara dan penyusunan berita. Dlam 1 kelompok 1 orang sebagai pemancing jawab, 3 atu 4 orang sebagai wartawan dan 1 orang sebagai penyusun berita.
Sebelum melakukan wawancara, terlebih dahulu harus membuat daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber, pertanyaan yang diajukanpun harus memenuhi 5W 1H. Dalam pemilihan narasumber haruslah narasumber yang relevan, narasumber yang tepat untuk tema yang kita pilih. Misal, Hujan angin di jl. Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya. Maka narasumber yang dipilih berdasarkan pertanyaan yang di buat. Apa yang terjadi ? Kapan kejadian itu berlangsung? Dimana kejadian itu terjadi? Bagaimana kronologi kejadiannya? Siapa saja pihak yang dirugikan? Mengapa kejadian out bisa terjadi?. Dengan daftar pertanyaan tersebut kita dapat mencari narasumber yang pas. Kepada BMKG, masyarakat jl. A.Yani yang menjadi korban, pemkot surabaya bagian tata ruang dan lingkungan mungkin. Dan lain sebagainya.
Setelah melakuan wawancara, menyusun atau mengolah informasi menjadi berita, dengan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kode etik jurnalistik. Dalam penulisanpun harus di perhatikan, baik tanda baca maupun penggalan.
Langganan:
Postingan (Atom)





